Cegah LGBT Sasar Pelajar, Emma Yohanna: Generasi Muda Harus Matangkan IMTAQ

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, semakin gencar melakukan sosialisasi menyikapi maraknya muncul komunitas Lesbian Gay Biseksual dan Trangender (LGBT) bahkan diberbagai media sosial didaerah tersebut.

Sebelumnya, didaerah tersebut ada sekitar tiga grup media sosial LGBT dengan jumlah anggota nitizen mencapai 300 orang. Pemerintah Daerah setempat juga sudah semakin gencar melakukan sosialisasi, baik melibatkan MUI, Ulama, Dinas terkait dan Guru di Pasaman.

"Pemkab Pasaman sangat serius menanggapi bahaya wabah LGBT ini masuk ke kalangan pelajar. Bukan hanya itu, kami seluruh Instansi selalu diminta untuk gencar melakukan sosialisasi, KIE dan kegiatan-kegiatan positif. Seperti kegiatan yabg kami angkatkan saat ini temu kreatifitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) SLTA se- Pasaman yang mengangkat tema bahaya LGBT. Artinya siswa harus tahu sejak dini bentuk-bentuk peluang terjangkitnya wabah LGBT ini. Karena bisa saja menyasar semua kalangan, baik pejabat, apalagi Siswa,"kata Kepala DPP KB Pasaman kepada di Taman Equator Bonjol, Pasaman, Rabu (21/02/2018)

Sementara itu salah satu senator Sumbar, Hj.Emma Yohanna yang hadir memberikan edukasi kepada Siswa dalam acara tersebut meminta peran Guru di Sekolah.

"Bahaya wabah LGBT memang sangat mengancam generasi muda kita saat ini. Saya juga sangat terkejut dengan mendengar berita tentang kondisi ini dari berbagai media. Makanya hari ini saya datang ke Pasaman, sekaligus memberikan sosialisasi bahaya LGBT. Sebenarnya, LGB itu bisa menyebar ke sejumlah kalangan melalui Lifestyle (gaya hidup), 'Urang LGBT, awak LGBT pulo. Kita harus gencar melakukan edukasi kepada Siswa terutama di Sekolah, agar wabah LGBT ini tidak sampai manyasar generasi muda. Disini tentu Guru peran guru sangat dibutuhkan dalam mematangkan Ilmu, Iman dan Taqwa (IMTAQ) Siswa,"kata Emma Yohanna.

Menurut Emma Yohanna, jika wabah LGBT tersebut bisa diminimalisir dengan mematangkan IMTAQ Siswa di Sekolah.

"LGBT itu berkembang melalui lifestyle atau gaya hidup. Oleh karena itu harus dibina IMTAQ Siswa sejak dini, agar tidak lagi berkembang dan menyasar geberasi muda. Kalau IMTAQ Siswa sudah kokoh sejak dini, dirinya akan bisa memfilter semua bentuk gaya-gaya LGBT yang ada,"pungkasnya.(Her/Ant)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita